Rabu, 04 Februari 2009

asal usul coklat


Sejak 1000 SM bangsa-bangsa yang mendiami daerah Meso-Amerika, Amerika Tengah sampai bagian utara Amerika Selatan sudah mengkonsumsi cokelat. Di jaman itu, mereka mengolahnya menjadi minuman yang mirip dengan hot atau cold chocolate se-perti yang biasa kita temui saat ini. Mereka menambahi minuman itu dengan rempah-rempah, seperti kayu manis, vanila, annatto, bubuk cabai, dan lain sebagainya.

Kemudian, bangsa Maya yang terbukti pertama kali menemukan racikan sedap minuman cokelat dan cara pengolahan biji kakao. Sesudahnya, orang-orang Aztec menduplikasinya saat mereka menguasai daerah Meso-Amerika. Mereka memberi nama minuman ini dengan xoco√£tl (chocoatl) yang berarti air pahit.

Nyatanya, orang Maya lebih menyukai minuman cokelat panas, sementara mana Aztec lebih suka ramuan dingin. Suku Aztec dan Maya di Mexico percaya bahwa Dewa Pertanian telah mengirimkan coklat yang berasal dari surga kepada mereka. Lebih dari sekadar minuman, mereka juga menggunakan biji kakao sebagai alat tukar atau mata uang.

Cokelat bertransformasi pada resep baru saat memasuki akhir abad 15. Hernan Cortez memimpin ekspedisi ke Aztec di tahun 1519. Tujuh tahun kemudian dia kembali ke Spanyol dengan membawa biji kakao sebagai bahan baku dan tentu resep pembuatan minuman ini. Minuman ini mulai populer di Eropa, setelah mengalami sedikit modifikasi. Semua rempah-rempah dipinggirkan, kecuali vanila. Selebihnya, susu dan gula masuk ke dalam racikan Cortez.

Sejak itu cokelat menjadi primadona. Bukan hanya Amerika saja yang menggandrungi cokelat, tetapi menyebar hingga ke Prancis, Belgia, Italia, Spanyol, dan Swiss untuk mulai mengeksplorasi biji kakao.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut